Surat menyurat merupakan salah satu kegiatan komunikasi tertulis yang bertujuan untuk menyampaikan suatu kabar/berita/informasi. Proses penulisan surat membutuhkan sebuah pemahaman tentang bahasa dan tata penulisan surat yang baik agar maksud penulis surat dapat tersampaikan kepada penerima surat.

Bahasa sebagai alat komunikasi dalam surat memiliki peran yang sangat penting dalam pembuatan surat dinas. Penggunaan bahasa surat harus memperhatikan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik, benar, dan efisien. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi seorang penyusun surat untuk memahami kaidah-kaidah bahasa Indonesia dengan baik sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Selain mengetahui penggunaan bahasa yang baik dan benar, penyusun surat diharuskan mengetahui tata bentuk surat. Penggunaan tata bentuk surat merupakan salah satu wujud ketaatan dalam penulisan surat yang baik.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kompetensi para penyusun surat, BPSDM Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan penyusunan surat dinas.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 5—27 Juli 2021, dan diikuti oleh 299 peserta yang terdiri dari kepala UPT, manager, supervisor dan pengadministrasi dari tiap fakultas atau unit kerja di lingkungan Universitas Diponegoro.

Narasumber pelatihan ini adalah Dr. Ganjar Harimansyah selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Drs. Suryo Handono, M.Pd., Enita Istriwati, M.Pd., Ika Inayati, M.Li., Dyah Susilawati, M.Hum., dan Ema Rahardian, M.Hum.